Senin, 03 Agustus 2015

"Kisah sepiring Sushi dan segelas Ocha"



Hari ini hari pertama kerja tanpa atasan saya Ms. YEN. Sedih rasanya. Tulisan ini saya dedikasikan untuk beliau dan sudah pernah saya publikasikan di FB pribadi saya pada 7 Juli 2015.
Berisi ungkapan atas kesedihan karena atasan, teman dan mentor saya yang hampir 6 tahun menjadi Ms. YEN akan resign.

Awalnya beliau memaksa mengajak makan malam kami bertiga, saya, Ms. HEL dan Ms. SNA tanpa memberi tahu bahwa beliau akan resign. Akhirnya pilihan jatuh di sebuah restroran sushi di Bintaro.
Saat saya makan rasa washabi yang biasanya membuat air mata keluar kali ini terasa hambar.  Dari situ awal tulisan ini muncul.



"Kisah sepiring Sushi dan segelas Ocha"
   Banyak orang tergila-gila dengan makanan dari negeri Sakura yang bernama Sushi. Saya sendiri kalau disuruh memilih antara makan sushi unagi/salmon dengan sepiring ketoprak dengan bumbu kacang yang legit pedas,tahu goreng yang masih hangat dan taburan bawang goreng renyah pasti saya akan memilih ketoprak. Mungkin perut dan selera saya yang ndeso dan tidak bisa go internasional.

   Perkenalan pertama saya dengan sushi berakhir dengan diare selama 3 hari dan saat itu juga saya sedang hamil anak kedua. Salah saya juga sih nekat beli sushi ala..ala... Untung (kebiasaan orang jawa selalu bilang untung dibalik tragedi yang dialami) dedek di perut tidak kenapa-kenapa. Mungkin alergi seafood dedek akibat saya makan sushi ala...ala itu? Entahlah.

   Namun sepiring sushi dan segelas ocha hari ini terasa sangat berbeda. Ada rasa manis, gurih, pedas, dan asin. Dan herannya tidak terasa pedas washabi dalam saus kecap yang sudah saya tambahkan walaupun jumlah washabi yang saya tambahkan cukup lumayan (itu juga masih ditambah serbuk cabai). Mungkin level pedas saya sudah meningkat sehingga  tidak ada rasa sakit (pengar dihidung) dan air mata yang keluar akibat efek dari washabi.

   Kenyang dengan sushi yang berbalut mayones kental (dan kadang membuat saya heneg kalau kebanyakan). Segelas ocha hangat mampu menyegarkan kembali tenggorokan saya.

   Tak terasa sudah 5 gelas ocha yang saya minum. Makan malam ini sudah berakhir, namun besok masih ada makan malam lainnya. Segelas ocha lagi menutup makan malam ini sebelum saya beranjak pulang.

Gochisousama deshita, oyasuminasai ....
(a story for my lovely friend, don't cry we always love you
J)


Ps: Maaf nama-nama pemeran utama disini saya samarkan. Mungkin kalau ada teman kantor yang membaca blog ini akan tahu siapa saja yang saya ceritakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar