Senin, 15 Juni 2015

Music All Day Long (part 1)



"dum...dum..dum...cess...dum...cessss...". Suara itu bukan berasal dari radio atau orang yang sedang bermain musik. Suara itu berasal dari si mbak cantik yang duduk di KRL disamping saya dan sedang mendengarkan music lewat earphonenya.

Wow... Amazing,saya yang duduk disebelahnya dengan jarak antar telinga 15cm  dari telinga si mbak masih bisa mendengar dentuman bass dan sedikit nyanyian dari lagu yang dia dengar. Padahal sewajarnya jika kita menggunakan earphone tujuannya adalah untuk menikmati sendiri musik yang kita dengar tanpa mengganggu orang lain. Tapi nampaknya si mbak cantik ini orangnya murah hati dan ingin membagi musik yang dia dengar ke saya. Hehee....

Apakah saya terganggu dengan suara musik dari si mbak? Tentu tidak. Saya tidak merasa terganggu. Namun saya hanya kasihan pada nasib kedua telinga si mbak 5 tahun lagi.

Ada penelitian yang mengatakan bahwa alat musik yang diputar dengan volume:
- maksimal (intensitas sekitar 100dB) hanya boleh terpapar telinga kita selama 5 menit/hari.
-  90% (sekitar 90 dB) hanya 18 menit/hari.
- 80% (sekitar 80dB) hanya 1,2 jam/hari
- 70% (sekitar70dB) maksimal 4,6 jam/hari.
Jika suara yang keluar dari masing-masing earphone lebih dari 20dB, sel-sel dalam telinga akan terganggu dan berakibat tidak baik untuk kesehatan telinga kita. Dan disarankan jangan mendengarkan earphone pada saat tidur. Karena selain mengganggu pendengaran, bagian earphone yang menonjol akan menyebabkan telinga luka dan berdengung.

Saya sendiri adalah tipe orang yang pelit berbagi musik yang saya dengarkan di earphone dengan orang lain alias selalu memutar music dengan nada kecil. Itupun kalau mendengarkan lewat earphone hanya 1 telinga saja bergantian. Alasannya, supaya kalau dipanggil bu bos saya masih dengar, masih terhubung dengan lingkungan sekitar dan menjaga kesehatan telinga.

Jadi jaga kesehatan telinga mulai dari sekarang ya. Supaya telinga tetap sehat. Gak mau kan dibilang " ih cantik-cantik kok bolot" 😁.


Senin, 08 Juni 2015

Chicken Teriyaki Ala…Ala… Hoka Bento




Si mbak yang biasa beres-beres rumah lagi cuti 2 hari karena anaknya datang dari kampung. Jadi pulang kantor kemarin saya mampir dulu ke supermarket  dekat kantor untuk belanja sedikit sayur. Sampai disana saya malah bingung, aduh mau masak apa ya besok untuk lauknya? Yang si dedek juga bisa ikutan makan. Akhirnya mata saya tertambat pada sebentuk  dada ayam montok ukuran 250gr. Oke kita masak Ayam Teriyaki saja.

Menurut Wikipedia Teriyaki adalah cara memasak makanan Jepang yang dipanaskan atau dipanggang dan dilapisi dengan kecap dan sake/mirin/gula beraroma rasa. Kalau kita makan ke Hoka Hoka Bento pasti ada menu paket “Beef Teriyaki” dan Chicken Teriyaki”, nah kali ini saya akan membuat Chicken Teriyaki.

Biasanya jika membuat chicken teriyaki saya selalu menggunakan bumbu teriyaki yang sudah jadi. Parahnya saya lupa beli dan ternyata di Alfamart dekat rumah tidak ada bumbu jadi teriyaki.
Ya sudah terpaksa eksekusi sendiri dengan bumbu yang ada di rumah. Begitu ayam teriyaki matang Tyas bolak balik nyomot dari piring. Dia bilang "enak Ma". Cezzz....hati ibu mana yang nggak hepi kalau anaknya bilang seperti itu.

Bahan:
250gr dada, buat fillet tipis (bisa minta tolong sama tukang ayam)
1 buah bawang bombay, iris halus
2 batang daun bawang kecil,  iris kasar
3 siung bawang putih keprek kasar
1st garam dan 1/2 st gula pasir
Merica secukupnya,
1 sm margarin+1sm minyak goreng.
Saos perendam:
Campurkan dalam wadah 1ruas jari jahe yang telah di cacah, 2 sm kecap asin, 4sm kecap manis, 1sm saos tomat, 1sm kecap inggris. Masukkan fillet ayam,aduk rata dan simpan dalam wadah tertutup rapat. Diamkan minimal 1jam atau jika mau dimasak keesokan pagi bisa disimpan dalam kulkas semalaman.

Cara membuat:
1. Panaskan margarin dan minyak. Lalu tumis bawang bombay, sebentar saja jangan sampai mengkaramel (alias gosong). Masukkan bawang putih dan merica. Tumis kembali sampai wangi.
2. Masukkan rendaman fillet ayam. Aduk rata. Masukkan garam dan gula. Icipi. Bila kurang manis bisa tambahkan kecap manis.
3. Masak kembali 10 menit/sampai ayam empuk. Siap dinikmati

Ps: Supaya lebih sedap bisa ditambahkan potongan paprika saat menumis bawang Bombay dan ditaburi cacahan kacang mede goreng.

Ngeblog (lagi-lagi)



Sampai saat ini sudah 3blog yang saya "ciptakan" dan ketiganya mati suri,alias hanya mampu bertahan di 2 bulan pertama. Selanjutnya ya anda tahu sendiri kelanjutannya. Sifat buruk saya adalah gampang bosan dalam mengerjakan sesuatu. Menurut saya kalau sudah pernah dicoba,ooo….. ternyata cuma seperti itu ya? Ya sudah malas untuk lanjut lagi. Untung saja saya tidak pernah bosan dengan pak suami   (Luv You Hun).

Kemarin tepatnya tanggal 8 Juni 2015 saya mendapatkan semangat untuk berubah dalam hal perngeblogan. Diawali dengan makan siang dengan bu F atasan saya dan rekan kerja (nama sengaja di samarkan demi keamanan pekerjaan saya). Beliau bercerita kalau ada temannya yang baru mengeluarkan buku yang berisi kisah-kisah dari blog miliknya. Terus terang saya menjadi tertantang. Masak saya yang hanya karyawan biasa dan seorang ibu rumah tangga yang masih punya  waktu tidak bisa menulis di blog barang 15 menit. Sedangkan teman ibu F yang notabene orang yg super sibuk masih punya waktu untuk menulis blog dan menerbitkan buku.

Apalagi sekarang saya sudah punya gadget yang bisa dipakai untuk mengetik. Ngomong-ngomong soal gadget,hp ini saya beli atas desakan pak suami karena sudah gemas melihat bb jadul saya yang selalu nge-hang dan lemotnya bukan main. Hp apakah yang saya pakai? Akan saya ceritakan nanti.

Kembali ke perngeblogan. Saya bukan termasuk orang yang pintar menulis, tapi saya adalah orang yang suka berkhayal. Tapi sering kali saya mendapat ide atau pengalaman yang saya anggap menarik lalu saya tulis disecarik kertas dan tidak lama kemudian kertas itu hilang karena saya lupa meletakkannya. Sayang sekali kan?

Dari primbon untuk perngeblokan yang pernah saya baca, sangat disarankan supaya pada saat membuat blog kita harus fokus pada 1 tema. Misalnya blog tentang memasak ya isinya resep dan tutorial memasak saja, jangan dicampur dengan tema otomotif. Namun di blog ini saya tidak akan fokus pada satu tema. Karena semakin banyak tema yang saya tulis, semakin berwarna blog ini, seperti pelangi. Padahal sebenarnya kalau Cuma menulis satu tema saja blog saya tidak akan ada isinya. Hihihi…..

Tanpa mengurangi rasa hormat,saya akhiri salam pembuka blog ini. Doa dan harapan saya supaya blog ini bisa berjalan terus.
Ciaoooo......

Ps: Isi blog saya yang lama sudah saya hapus. Supaya tidak membingungkan yang membaca
a