"dum...dum..dum...cess...dum...cessss...".
Suara itu bukan berasal dari radio atau orang yang sedang bermain musik. Suara
itu berasal dari si mbak cantik yang duduk di KRL disamping saya dan sedang
mendengarkan music lewat earphonenya.
Wow... Amazing,saya yang duduk
disebelahnya dengan jarak antar telinga 15cm dari telinga si mbak masih
bisa mendengar dentuman bass dan sedikit nyanyian dari lagu yang dia dengar.
Padahal sewajarnya jika kita menggunakan earphone tujuannya adalah untuk
menikmati sendiri musik yang kita dengar tanpa mengganggu orang lain. Tapi
nampaknya si mbak cantik ini orangnya murah hati dan ingin membagi musik yang
dia dengar ke saya. Hehee....
Apakah saya terganggu dengan suara
musik dari si mbak? Tentu tidak. Saya tidak merasa terganggu. Namun saya hanya
kasihan pada nasib kedua telinga si mbak 5 tahun lagi.
Ada penelitian yang mengatakan bahwa
alat musik yang diputar dengan volume:
- maksimal (intensitas sekitar 100dB)
hanya boleh terpapar telinga kita selama 5 menit/hari.
- 90% (sekitar 90 dB) hanya 18
menit/hari.
- 80% (sekitar 80dB) hanya 1,2
jam/hari
- 70% (sekitar70dB) maksimal 4,6
jam/hari.
Jika suara yang keluar dari
masing-masing earphone lebih dari 20dB, sel-sel dalam telinga akan terganggu
dan berakibat tidak baik untuk kesehatan telinga kita. Dan disarankan jangan
mendengarkan earphone pada saat tidur. Karena selain mengganggu pendengaran,
bagian earphone yang menonjol akan menyebabkan telinga luka dan berdengung.
Saya sendiri adalah tipe orang yang
pelit berbagi musik yang saya dengarkan di earphone dengan orang lain alias
selalu memutar music dengan nada kecil. Itupun kalau mendengarkan lewat
earphone hanya 1 telinga saja bergantian. Alasannya, supaya kalau dipanggil bu
bos saya masih dengar, masih terhubung dengan lingkungan sekitar dan menjaga
kesehatan telinga.
Jadi jaga kesehatan telinga mulai dari sekarang ya. Supaya
telinga tetap sehat. Gak mau kan dibilang " ih cantik-cantik kok
bolot" 😁.


